TERPILIH AKLAMASI, KH. ABDULLAH MAS’UD NAHKODAI NU TANGSEL

Serpong – Konfercab Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ke-III Kota Tangsel berjalan dengan sukses. Meski dalam situasi pandemi Covid-19, Konfercab berjalan dengan penerapan protokol kesehatan. Konfercab yang digelar di Pondok Pesantren al-Tsaniyah Buaran Serpong ini diikuti oleh peserta dari perwakilan 7 MWC di Kota Tangsel, yaitu Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara, dan Setu.

Melalui proses yang dimulai sejak Sabtu sampai Senin (19-21/9) dini hari, akhirnya KH. Abdullah Mas’ud terpilih secara aklamasi sebagai ketua Tanfidziah PCNU Kota Tangerang Selatan. Di kalangan NU, kiai muda ini sudah tidak asing lagi malang melintang di sektor pendidikan, pemberdayaan warga, penguatan ekonomi, dan mendorong perubahan sosial. Dunia aktivis dan bisnis adalah dua sektor yang juga beliau geluti sejak belia hingga kini.

“Spirit perjuangan para kiai, keadilan sosial, gerakan perubahan, dan juga kemandirian ekonomi warga NU ini adalah warisan para pendahulu kita yang harus bersama-sama kita wujudkan di kota Tangsel tercinta ini. Mari kita bangun NU Tangsel yang lebih progresif dan berdampak pada kemaslahatan warga,” tegas Kiai Mas’ud usai terpilih di arena konfercab.

Sementara itu, untuk Syuriah PCNU Tangsel, berdasarkan musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), memutuskan KH. Zaenuddin Abdullah sebagai Rais Syuriah. Anggota AHWA terdiri dari 5 kiai yang merupakan usulan dari MWC peserta konferensi. Lima kiai tersebut adalah KH. Husnul Aqib (pengasuh utama pesantren Jamiyah Islamiyah Pondok Aren), KH M. Alfi Firdausi (pengasuh pesantren al-tsaniyah Serpong), KH. Himam Muzahir (Sekretaris PCNU Tangsel 2015-2020), KH. M. Thohir (Ketua PCNU Tangsel 2015-2020), dan KH. M. Fahmi (Syuriah MWC Pamulang).

KH. Zaenuddin Abdullah adalah salah satu pengasuh pesantren Jamiyah Islamiyah Pondok Aren. Beliau adalah kiai yang alim dan berguru pada kiai-kiai di pesantren tanah Jawa, seperti Lirboyo Kediri dan Sarang Rembang. Hingga kini beliau juga aktif sebagai Wakil Syuriah PWNU Banten, dan juga Komisi Fatwa MUI Kota Tangsel.

“Ini perpaduan yang pas, tanfidznya dipimpin oleh kiai muda yang aktivis dan penggerak perubahan, sedangkan syuriahnya digawangi oleh kiai yang alim, faqih, dan berfikiran terbuka. Semoga duet kepemimpinan ini membawa kemajuan jamiyah, kemaslahatan jamaah NU, dan juga warga kota Tangsel,” ujar KH. Himam Muzahir selaku Koordinator Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) Kota Tangsel. (Ari).

1

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of