Surotul Ilmiyah, Kader NU, Mahasiswa S3 di China yang menjadi Sekretaris Satgas NU Peduli Covid-19

Surotul Ilmiyah, alumni S2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini belum bisa kembali menempuh studi S3 di Central South University, Changsa, China.

Meskipun pandemi di China sudah dapat dikendalikan, namun penyebaran virus COVID-19 ini sudah menyebar hingga 213 negara.

Semua akses penerbangan ditutup. Namun bagi Ilmy, nama sapaannya, hal ini tak menyurutkan semangatnya. Dia ditunjuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi sekretaris satgas NU Peduli COVID-19 karena penelitian yang diinisiasinya dalam 3 bahasa, inggris, cina, dan Indonesia tentang Kesadaran, Sikap, Praktik dan Rumor Publik terkait dengan pandemi Corona virus disease 2019 atau Public Awareness, Attitudes, Practices and Rumors Associated with Corona virus disease 2019 (COVID-19) outbreak.

Berbekal latar belakang studinya di bidang kesehatan masyarakat, spesialis promosi kesehatan untuk S1 S2 dan epidemiologi saat S3 membuat Ilmy terpanggil untuk melakukan edukasi di garda terdepan melawan Covid-19.

NU Peduli sampai saat ini ada di 32 provinsi, 302 kabupaten bergerak menjadi penggerak kekuatan masyarakat dalam pencegahan covid sesuai dengan instruksi PBNU dalam protokol Pencegahan COVID di lingkungan NU.

NU Peduli Covid-19 memiliki 5 program utama, promotif, preventif, kuratif, ekonomi dan koordinasi. Dalam upaya promotif kami melakukan pelatihan2 di masyarakat, penyebaran media KIE, mobil edukasi keliling COC (Car COVID-19 Care).

Preventif, kami memfasilitasi penjemputan, penyambutan santri yang pulang dari pesantren2, kami antar sampai ke rumah, pembagian masker, hand sanitizer, penyemprotan disinfektan, penyediaan galon portable cuci tangan bahkan memanfaatkan penjahit lokal untuk produksi APD dan masker sebagai upaya penguatan ekonomi, selain dengan pemberian paket sembako untuk warga rentan. Saat ini dari 302 kabupaten dan 32 provinsi yang sudah membentuk posko, sekitar 20 kabupaten sedang bekerjasama dengan UNICEF.

Ilmy adalah peraih Beasiswa S3 Chinese Government Scholarship (CGS). Alumni Pesantren Al-Yasini Pasuruan yang sebelumnya juga mendapatkan beasiswa PBSB (Program Beasiswa Santri Berprestasi) Kementrian Agama di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan S2 di FKM UI Depok.

Penulis : Ari Hardianto

0

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of