Kemenpora RI bersama INC Ajak Anak Muda Bangun Kreatifitas di Tengah Pandemi

Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI bekerjasama dengan Islam Nusantara Center (INC) menggelar acara Diskusi bersama anak-anak muda dengan tema “Pemuda Tangguh : Tetap Berkarya Di Tengah Pandemi ” di Resto APSG Ciputat Tangerang Selatan, (24/20).

Mewakili Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI, Kepala Bidang Organisasi Kepemudaan Abdullah  Mas’ud menyampaikan kepada anak muda Tangsel bahwa musim pandemi ini perlu ada kreatifitas baru. “Kegiatan ini bagian dari proses pembelajaran bersama anak-anak muda untuk bisa berkreasi di era pandemi,” katanya.

Ia mengatakan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga adalah kementerian yang diamanahi tugas oleh negara untuk pembangunan kepemudaan di Indonesia. Tentu pembangunan ini mengacu pada UU No. 40 tahun 2009.

Ada model pembangunan Kepemudaan yang sudah digariskan di dalam UU tersebut. Ada tiga model pembangunan yaitu penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan. “Hari ini, kita akan belajar bersama narasumber yang ahli di bidangnya terkait pengembangan, ” ujarnya.

Pengembangan pemuda itu setelah pemberdayaan. Pemberdayaan lebih pada penguatan karakter, baik Karakter Moral maupun Kinerja.

Sedangkan Pengembangan pemuda, diarahkan pada peningkatan kapasitas kaum muda berupa knowlage dan skill di bidang Kepemimpinan, Kepeloporan dan kewirausahaan.

Hadir sebagai narasumber adalah Dr. Ah. Khoirul Anam. Sementara dua narasumber lain melalui zoom, antara lain pengusaha muda Irma Susanti (pengusaha muda owner identix batik) dan M. Jamilun Al Irsyad (Pengurus LP Ma’arif NU).

Menurut Jamilun, dengan adanya pandemi, kita tidak menyadari situasi ini membuat lembaga atau institusi pendidikan kalangkabut. “Mau tidak mau kita persiapkan pendidikan jarak jauh. Tapi banyak institusi pendidikan ini tidak siap. Sehingga kita perlu membantu layanan pendidikan di bawah standar dengan menekankan pendidikan karakter, ” tandasnya.

Ia mengatakan bahwa, ada Tri pusat pendidikan yang harus terus bersinergi. Yaitu terdiri dari Keluarga, Madrasah / Sekolah dan Masyarakat. “Di tengah pandemi, Ini perlu didorong. Peran pendidikan di luar sekolah formal penting dan perlu bersinergi, ” ujarnya.

Jamilun yang juga pengurus Ma’arif NU ini menjelaskan bahwa pemuda itu aset dan harapan bangsa negara dan agama sebagai kunci perkembangan peradaban di masa depan.

Karena itu kita perlu mengantisipasi tantangan-tantangan seperti budaya materialisme, pergaulan bebas, krisis moral dan kualitas serta krisis identitas diri. “Jadi jangan sampai misalnya gadget menghilangkan keramahan sosial kita, ” katanya.

Sementara itu, Pengusaha muda Irma Susanti menekankan pemuda sebagai agen perubahan dalam bidang ekonomi kreatif. Ia mencontohkan keberhasilannya membangun usaha batik sampai ke pasar internasional.

Irma yang juga lulusan pesantren ini, menjelaskan bagaiamana ide awal ia masuk ke dunia bisnis. “Salah satu ide saya membuat bagaimana batik bisa dinikmati di seluruh dunia,” Ujarnya.

“Saya tidak terima ketika batik diklaim di negara lain. Siapa lagi kalau bukan kita anak muda yang menjaga batik sebagai salah produk budaya Indonesia,” Imbuhnya.

Apalagi di pandemi covid ini, semua sektor terkena dampaknya. Termasuk para pebisnis. Kita harus peka dan pinter menangkap peluang bisnis. “Bisnis batik di era pandemi, misalnya kita masih bisa menawarkan kepada PNS yang masih stabil bulanannya. Atau bisnis kopi di PT Identix mendirikan membuka dropshiper,” katanya.

Era teknologi ini, kata Irma, banyak anak muda kreatif yang bisa memanfaatkan.

“Jadi yang disampaikan mas Jamilun di bidang pendidikan penting banget di era digitalisasi ini. Di tengah tren digital ini perlu penyaring, seperti akhlak atau sikap. Jadi kita ada attitude dalam menggunakan media teknologi,” Pungkasnya.

Senada dengan pembicara sebelumnya, redaktur senior Khoirul Anam menggarisbawahi bahwa teknologi informasi atau internet bisa menjadi sarana untuk kreatifitas dan bisnis.

Beberapa alternatif yang bisa dilakukan dalam bisnis online antara lain : usaha online “google adsense” seperti mengelola website dan me-manage iklannya. “Misalnya website NU Banten yang dikelola PCNU Tangsel, itu menampilkan produk bisnis.”

Kedua, bisa menjadi freelancer, jualan online dropshipper / reseller, atau penulis artikel seo. Di dunia online ini kita bisa kaya. “Karena perusahaan sebesar apapun atau non modal bisa melakukan usaha ini,” katanya.

“Kadang-kadang media sosial ini sering menjebak kita. Problem kita itu “joblo tidak punya duit tidak keren”. Tapi teralihkan dengan berbahagia isu di media sosial,” tandasnya.

“Jadi jangan jadikan gadget kita menjadi beban dan kesibukan yang menjauhkan dari problem utama kita. Marilah memanfaatkan dunia digital untuk keperluan pengembangan diri. Baik pengembangan keilmuan maupun bisnis,” Pungkasnya.

Acara ini dihadiri oleh anak-anak Tangerang Selatan dari berbagai kalangan. Salah satunya dari kader muda NU, baik ansor, fatayat dan IPNU-IPPNU. Tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu diikuti via zoom dan disaksikan live streaming di channel YouTube “INC TV”

Pewarta : Abdullah Masud

Editor : Ari Hardi

0

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of