JPPI: Kami Siapkan Draft Judicial Review UU Cipta Kerja Klaster Pendidikan Ke Mahkamah Konstitusi

Jakarta, 30 Oktober 2020, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia melakukan rapat anggota jaringan yang bertajuk rapat tahunan, rapat ini di hadiri oleh pengurus dan seknas JPPI serta para anggota jaringan yang terdiri dari organisasi yang memiliki latar blakang berbeda-beda.


Rapat tahunan dilakukan di Kantor Sekretariat PPKM-ACE salah satu anggota Jaringan JPPI yang berlokasi di pasar minggu, Jakarta Selatan, rapat dilakukan selama satu hari penuh, rapat dilakukan dengan memenuhi protokol kesehatan Covid 19.


Dalam pertemuan kali ini disepakati untuk melakukan judicial review kepada undang-undang cipta kerja klaster pendidikan. Ubaid menjelaskan, bahwa Pasal 65 pada UU Cipta Kerja soal pendidikan mengarahkan pada liberalisasi sektor pendidikan, karena menyamakan perizinan pendidikan dengan izin usaha.


Dengan berbagai pertimbangan, undang-undang cipta kerja klaster yang berkaitan dengan pendidikan perlu kita judicial review, karna undang-undang ini mengarahkan dunia pendidikan kita kepada komirsialisasi, privatisasi dan liberalisasi pendidikan” ujar ubaid madraji kordinator nasional JPPI (30/10).


Rapat yang di hadiri anggota Jaringan yaitu. ACE, Lakpesdam NU, LPM Unusia Jakarta, P3M, Paramuda, YBS, PGRI, YSKK, Yapari, Yayasan Darusholihin, Yayasan Aulia, IHSC dan aktivis pemantau pendidikan Indonesia.


“Dari beragamnya latar belakang organisasi angota jaringan membuat JPPI menjadi kuat dan kokoh dalam melakukan advokasi pendidikan di Indonesia” jelas Ari Hardi Manager Advokasi dan Media JPPI (30/10).


Draft gugatan judicial review disiapkan oleh Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHSC) salah anggota jaringan JPPI yang telah sering melakukan pendampingan hukum, sebagai bentuk keseriusan JPPI melakulan judicial review UU Cipta kerja Klaster Pendidikan.


IHSC sebagai bagian dari anggota JPPI yang telah sering melakukan pendampingan hukum akan mengawal judicial review kami ke MK” Pungkas Ubaid Madraji (30/10).

Kontributor: Ari H